Cara Menanam Cabe Dalam Botol Dengan Sistem Hidroponik

Posted on

Apakah kamu tipe orang yang gemar mengkonsumsi makanan pedas? Hal ini dikarenakan umumnya masakan khas Indonesia bercita rasa pedas. Terutama bagi mereka penggemar pedas, makan makanan yang tidak pedas pasti kurang mantap rasanya. Inilah mengapa tanaman cabe merupakan salah satu jenis rempah yang penjualannya cukup tinggi. Cabe banyak digunakan sebagai campuran masakan dan berbagai macam sambal.

Mulai dari ibu rumah tangga, warung makan, hingga restoran pasti membutuhkan cabe. Bahkan banyak masyarakat yang menanam cabe sendiri di pekarangan rumahnya supaya bisa diambil kapan saja ketika membutuhkannya. Jika biasanya orang-orang menanam cabe memakai media tanah, bagaimana dengan mereka yang tidak punya lahan di rumahnya? Ada satu solusi yang bisa digunakan, yaitu dengan cara hidroponik. Cara ini sudah lama populer karena punya banyak keuntungan. Salah satunya adalah karena penanamannya tanpa menggunakan media tanah, melainkan air. Kok bisa ya cabe ditanam dengan menggunakan air? Ingin tahu bagaimana caranya? Yuk, kita simak saja langkah-langkahnya.

Tanaman Cabe Hidroponik

Jika kamu ingin menanam cabe dengan mudah, maka cobalah cara hidroponik. Pada intinya, hidroponik ini menggunakan media selain tanah untuk menyalurkan air yang telah dicampur dengan berbagai nutrisi ke tanaman cabe. Bahkan kamu bisa mengembangkannya menjadi budidaya cabe lho. Karena faktanya, banyak restoran atau supermarket yang memilih cabe hidroponik. Mengapa?

  • Lebih menghemat air. Cabe hasil hidroponik biasanya lebih terawat dan bersih sehingga tidak perlu mencucinya berkali-kali.
  • Hasilnya juga lebih higienis karena tidak bersentuhan dengan media tanah.
  • Menanam dengan hidroponik dinilai lebih sehat karena tidak menggunakan campuran pestisida.
  • Bentuk dan kualitasnya baik, karena dengan penanaman hidroponik, tanaman lebih jarang diserang hama maupun penyakit.

Dengan begini, penanaman dengan teknik hidroponik sudah terbukti membawa banyak manfaat dibandingkan dengan penanaman biasa. Sekarang saatnya untuk mengetahui langkah-langkah penanaman cabe dengan cara ini :

1. Menyiapkan Alat dan Bahan Penanaman Cabe Hidroponik

Cara yang pertama adalah dengan mempersiapkan segala alat dan bahan yang berhubungan dengan penanaman hidroponik ini. Penanaman hidroponik yang paling mudah adalah dengan menggunakan botol plastik. Jika kamu punya stok botol plastik air mineral bekas, maka jangan langsung dibuang. Gunakan saja sebagai ‘pot’ untuk tanaman cabemu.

Sedangkan alat dan bahan lainnya yang dibutuhkan selain botol bekas air mineral adalah media tanamnya dari arang sekam, serabut kelapa, atau pecahan batu bata. Pastikan bahwa media tanamnya bisa menyalurkan air dengan baik. Lalu, siapkan juga kain atau bahan lainnya yang digunakan sebagai sumbu, yakni perantara untuk menyalurkan air beserta nutrisinya.

Kamu juga harus menyiapkan nutrisi khusus untuk hidroponik, peralatan lain seperti gunting atau cutter, air secukupnya, dan cat warna hitam atau plastik berwarna hitam.

2. Pembuatan Pot

Jika semua alat dan bahan sudah disiapkan, maka langkah berikutnya adalah membuat pot untuk tempat menanam cabe. Caranya, satu buah botol bekas air mineral kamu potong menjadi dua bagian. Bagian mulut botolnya nanti akan digunakan sebagai pot, sedangkan bagian bawahnya digunakan untuk tempat menampung nutrisinya. Potonglah 1/3 bagian atas botol, lalu lubangi pada sekitar leher botolnya.

Lubang juga perlu dibuat untuk penampung nutrisinya, di bagian dinding dengan diameter kurang lebih 5 mm saja. Lubang pada dinding ini difungsikan untuk sirkulasi udara di dalam botol supaya tanaman juga mendapatkan oksigen yang cukup.

Selanjutnya adalah memotong kain flanel atau kain lain untuk sumbunya. Buat ukurannya selebar 2 – 3 cm dan panjang paling tidak 15 cm. Yang paling penting adalah kamu harus bisa memastikan sumbunya menyentuh dasar tempat penampung nutrisi. Pasangkan mulai dari bagian atas botol yang berfungsi sebagai pot.

3. Pemilihan Bibit Cabe

Langkah selanjutnya adalah dengan memilih bibit cabe yang akan ditanam dengan teknik hidroponik ini. Kamu harus memilih bibit yang bagus dan unggul sehingga bisa menghasilkan cabe yang berkualitas. Untuk bisa membedakan seperti apa bibit yang unggul maupun tidak, kamu dapat melihatnya dari induknya dan kecepatan pertumbuhan setelah benih disemai. Jika benihnya bisa tumbuh dengan cepat, itu berarti kualitasnya juga baik.

Kamu juga bisa melihatnya dari sisi bagaimana adaptasinya terhadap lingkungan sekitar. Lakukan saja percobaan penanaman dengan berbagai kondisi tanah yang berbeda, lalu amati ketahanannya. Bibit cabe yang baik itu harus berasal dari cabe yang sudah tua, yang terlihat dari volume bibitnya yang penuh.

Amati juga bagaimana proses kecambahnya, apakah bagus atau tidak. Jika perkembangannya bagus, itu berarti bisa disimpulkan bahwa nantinya akan menghasilkan tanaman yang subur. Kamu bisa memperoleh bibit cabe dari toko pertanian terdekat atau memesannya secara online.

4. Penyemaian Bibit Cabe

Setelah memilih bibit cabe yang bagus dan berkualitas, maka semailah benih tersebut dengan media rockwoll, arang sekam, atau serabut kelapa. Taruhlah semaian bibitnya di tempat yang teduh namun masih mendapatkan cukup sinar matahari. Ketika umur bibitnya mencapai 15 hari, taruhlah di tempat yang mendapatkan sinar matahari langsung dengan cara yang bertahap. Hal ini berguna supaya bibitnya tidak mengalami etiolasi dan berbatang. Setelah umurnya sudah 25 – 30 hari, maka masa semainya sudah habis dan siap untuk dipindahkan ke pot botol plastik.

5. Penanaman di Pot Botol

Ketika bibit cabe yang sudah disemai cukup umur, maka sudah saatnya untuk di pindah ke pot botol plastik. Caranya adalah, kamu harus menyiapkan media tanamnya terlebih dahulu, lalu dimasukkan ke dalam botol plastik bagian atas. Buka polybag semainya secara perlahan supaya bibitnya tidak rusak. Masukkan ke pot yang sudah diisi dengan media tanamnya tadi. Posisikan bibit cabe agar bisa berdiri dengan kokoh dan tidak mudah roboh.

Kemudian, kamu perlu membuat larutan yang berisi nutrisi untuk tanaman cabenya. Masukkan nutrisi tersebut ke bagian botol bawah yang berfungsi sebagai penampung nutrisi. Isikan sampai batas lubang di dinding botol. Letakkanlah pot botol berisi bibit tanaman cabe ke dalam botol penampung nutrisinya. Supaya terhindar dari pertumbuhan lumut, maka warnailah botol penampung nutrisi dengan cat warna hitam atau lapisi dengan plastik hitam.

6. Perawatan Tanaman Cabe Hidroponik

Setelah menanamnya di dalam pot botol plastik, maka yang harus kamu lakukan adalah mengontrol nutrisi dan perawatannya. Untuk perawatan tanaman hidroponik sendiri tidak jauh berbeda dengan tanaman yang ditanam pada media tanah. Kamu harus memastikan bahwa nutrisinya selalu tercukupi. Di awal penanamannya, nutrisi yang dibutuhkan relatif sedikit, sedangkan di minggu-minggu selanjutnya mulai bertambah.

Kamu juga perlu mengawasi suhu pada larutan nutrisinya di siang hari. Jika suhu nutrisinya terlalu panas, maka akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman yang bisa terhambat. Kamu bisa mencegahnya dengan melapisi tandon dengan kain yang dibasahi atau dengan kardus bekas serta sterofoam. Benda-benda tersebut berjasa dalam menjaga kesejukan larutan nutrisi tanaman hidroponik.

7. Mengatasi Hama Maupun Penyakit Tanaman Cabe Hidroponik

Sama seperti menanam tanaman lainnya, tanaman hidroponik pun juga mempunyai kemungkinan untuk terserang hama maupun penyakit. Jenis hama yang sering menyerang adalah tungau atau kutu daun yang bisa membuat tekstur daun menjadi keriting. Kamu bisa mengatasinya dengan melakukan penyemprotan menggunakan larutan air tembakau dicampur bawang putih.

Untuk menghindari terkena penyakit lainnya, kamu harus rajin memeriksa keadaan tanaman cabe hidroponik. Jika menemukan daun yang menguning atau bagian lain terserang penyakit, segera gunting bagian tersebut. Semprotkan juga menggunakan bakterisida.

8. Waktu Memanen Cabe Hidroponik

Usia panennya pun tidak jauh berbeda dengan cabe yang ditanam melalui media tanah. Jika kamu ingin memanennya selagi masih hijau, maka petiklah ketika usianya masuk 75 – 80 hari. Tapi jika ingin memanen saat berwarna merah, maka petik saat usianya masuk 110 hari.

Begitulah cara hidroponik cabe dalam botol yang bisa kamu ikuti langkah-langkahnya. Relatif mudah jika kamu bisa merawatnya secara telaten. Kamu pun bisa mencoba tanaman lainnya dengan teknik hidroponik dalam botol ini. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *