Bagaimana Cara Bertanam Dengan Sistem Hidroponik ? Ini Penjelasan Lengkapnya

Cara Menanam Hidroponik ~ Apakah kamu suka berkebun? Kegiatan ini sebenarnya sangat menyenangkan untuk dilakukan. Berkebun akan membuatmu mengetahui lebih banyak tentang tanaman dan kandungannya yang bermanfaat. Namun, biasanya berkebun dilakukan di tempat-tempat dengan lahan yang luas seperti kebun atau halaman rumah yang lapang. Lalu bagaimana kalau mempunyai lahan yang terbatas? Masih bisakah berkebun?

Tentu saja bisa. Solusinya adalah dengan menanam secara hidroponik. Memang sih, cara ini tidak biasa dilakukan untuk semua tanaman, umumnya hanya sayur-sayuran dan beberapa macam buah-buahan saja. Tapi hal ini tak masalah kan selagi tetap bisa menyalurkan hobi kamu dalam berkebun. Menanam dengan cara hidroponik ini juga ada tantangan tersendirinya lho. Karena media yang dipakai beda dari biasanya.

Jika biasanya tanaman ditanam dengan media tanah secara langsung, tapi hidroponik ini tidak memakai media tanah! Kok bisa ya tanamannya tetap tumbuh secara ajaib? Tentu ada tips dan cara khususnya dong. Mau tahu selengkapnya? Langsung saja kita simak uraiannya.

Tanaman Hidroponik

Apakah Hidroponik Itu ?

Sebelum membahas tentang tips dan cara berkebun hidroponik, ada yang harus kita ketahui dulu tentang hidroponik sendiri. Sebelumnya sudah kita bahas kalau hidroponik adalah cara penanaman tanpa menggunakan media tanah. Lalu media apa yang digunakan? Kata hidroponik sendiri asalnya dari bahasa Yunani yang terbagi menjadi dua kata, yaitu “hydro” yang artinya air dan “ponics” yang artinya daya atau tenaga.

Dengan kata lain, hidroponik adalah cara penanaman menggunakan media air. Jadi, bertanam dengan cara ini kamu tidak perlu memakai tanah, cukup air saja bisa menumbuhkan tanaman. Sederhana kan? Aman deh buat kamu yang tidak punya lahan luas.

Air yang digunakan dalam cara ini sebagai media selain tanah, bisa digunakan sebagai sumber nutrisi utama tanaman supaya bisa tumbuh dengan baik. Untuk bahan tanamnya sendiri juga mudah didapatkan kok, misalnya saja sterofoam, pasir atau bahan lainnya. sementara nutrisi yang diperlukan adalah dari larutan air yang telah dicampur bahan-bahan tambahan lain. Teknik ini pun dinilai lebih efektif karena kamu bisa menggunakan tempat menanam dari benda-benda yang ada di sekitar rumah. Jadi, kamu bisa lebih menghemat biaya dan tak membutuhkan pot lagi.

Tanaman Yang Bisa Ditanam Secara Hidroponik

Jenis tanaman yang umumnya digunakan sebagai tanaman hidroponik adalah eceng gondok, mentimun, selada, pakcoy, sawi, kangkung dan beberapa tanaman sayur lainnya. Sedangkan tanaman-tanaman lain yang ukurannya lebih besar dan berkambium seperti pohon mangga, pohon jambu atau lainnya belum bisa diterapkan. Hal ini karena belum ada tempat yang cukup besar untuk bisa menampung tanaman-tanaman tersebut, jadi sebaiknya ditanam dengan media tanah saja.

Baca Juga :

Kelebihan Menanam Dengan Sistem Hidroponik

Berkebun dengan cara hidroponik tentu mempunyai kelebihan dibandingkan dengan cara yang biasanya. Coba yuk kita cari tahu supaya lebih semangat menanam dengan cara ini :

1. Untuk Penghijauan

Tentu saja tujuan utama melakukan kegiatan menanam adalah untuk penghijauan. Kamu juga bisa memilih tanaman yang bisa dikonsumsi, jadi memiliki double function, yaitu untuk penghijauan dan kebutuhan makan sehari-hari. Begitu pula dengan hidroponik. Berbagai macam sayuran yang ditanam dengan cara ini juga bertujuan untuk penghijauan, karena sistemnya pun terbukti aman.

2. Menghemat Lahan

Kelebihan yang kedua adalah menghemat lahan. Seperti yang kita ketahui, jaman yang semakin maju dan modern ini justru mengikis lahan. Nah, kalau kamu punya rumah dengan lahan yang juga terbatas, kamu bisa menanam dengan cara hidroponik agar tetap bisa menghasilkan tanaman yang bermanfaat.

3. Menghemat Energi dan Biaya

Selain menghemat lahan, bertanam dengan hidroponik juga bisa menghemat energi dan biaya lho. Kamu tidak usah membuang energi terlalu banyak dengan mencari media tanah yang tepat, bahkan kamu juga tidak perlu lagi menyirami tanaman karena sudah menyerap air. Lalu kamu juga bisa menghemat biaya karena tak perlu mengeluarkan dana lebih untuk perawatannya.

4. Tumbuh Lebih Cepat

Percaya atau tidak, menanam hidroponik ini pertumbuhan tanamannya lebih cepat daripada penanaman biasa. Mengapa? Karena kamu sendiri bisa mengontrol pertumbuhan tanaman tersebut.

5. Aman Untuk Dikonsumsi

Kelebihan selanjutnya adalah aman untuk dikonsumsi. Teknik hidroponik tidak menggunakan bahan-bahan tambahan kimia dan pestisida. Di samping itu, tanaman ini juga relatif bersih karena media hidroponik adalah air, bukanlah tanah. Sehingga bisa dimakan dari daun sampai akarnya.

Teknik Menanam Dengan Sistem Hidroponik

Sekarang sampai pada pembahasan tentang cara menanam dengan teknik hidroponik. Cara yang paling mudah adalah menggunakan Sistem Wick. Wick sendiri artinya adalah sumbu. Jadi, kamu menggunakan sumbu untuk menyalurkan air dan nutrisi pada tanaman. Benda-benda yang diperlukan dalam sistem ini pun juga mudah didapatkan. Seperti ini cara menanamnya :

1. Siapkan media tanamnya. Beberapa media tanam yang bisa digunakan adalah rockwool, gulungan kain flanel, gulungan kapas, busa bekas dan dacron. Kamu bisa memilih salah satunya.

2. Siapkan botol bekas. Kalau kamu masih pemula, maka gunakanlah botol bekas dengan ukuran 600 ml. Kamu perlu memotong botol bekas menjadi dua dengan cutter atau gunting. Setelah itu, lubangi beberapa bagian botol dengan ukuran sekitar 1 cm di setiap lubangnya. Jangan buang tutup botol, biarkan tutupnya tetap di situ dan jangan lupa untuk dilubangi juga untuk menjadi jalan masuk sumbunya.

3. Siapkan sumbu sebagai penyalur air dan nutrisi ke tanaman. Kamu bisa menggunakan sumbu kompor atau sumbu buatan dari kain lainnya yang bisa menyerap air dengan baik.

4. Persiapkan Benih. Belilah benih tanaman hidroponik di toko-toko khusus menjual tanaman pertanian. Tapi kalau kamu sudah bisa membuat benihnya sendiri, maka tak masalah. Setelah benih siap, tinggal semaikan saja pada wadah semainya. Kamu bisa menggunakan wadah semai dari rockwool.

5. Media tanam. Sudah ditegaskan bahwa sistem ini tidak menggunakan media tanah. Kamu bisa menggantinya dengan media lain seperti campuran pasir dan sekam yang dibakar, kerikil dengan rockwool, atau bisa menggunakan serabut kelapa. Masukkan media tanamnya ke dalam botol bekas yang sudah disiapkan tadi. Setelah itu, kamu bisa memindahkan benih yang sudah cukup umur dari media semai ke botol bekas.Untuk menentukan media tanam pun kamu harus memperhatikan beberapa hal. Yaitu media tanam tidak boleh menghambat jalannya air ke tanaman, media tanam tidak boleh mempengaruhi kandungan nutrisi yang disalurkan ke tanaman, dan media tanam harus mempunyai pori-pori atau celah yang baik.

6. Nutrisi tanaman hidroponik juga harus diperhatikan. Karena cara ini tidak menggunakan tanah sebagai media, maka bahan-bahan sumber nutrisinya harus dilarutkan dulu dalam air. Tanaman yang ditanam dengan cara ini tetap membutuhkan nutrisi, tidak bisa langsung tumbuh tanpa campuran apapun. Oleh karena itu, kamu harus meracik komposisi nutrisinya dengan tepat dan harus disesuaikan juga dengan ukuran tanamannya. Pemberian nutrisinya bisa kamu lakukan secara rutin setiap pagi dan sore hari. Masukkan nutrisi ke dalam botol, maka sumbu di dalamnya akan menyalurkan nutrisi pada tanaman, sehingga bisa tumbuh dengan baik.

7. Perawatan Tanaman Hidroponik. Sama halnya dengan cara penanaman biasa, tanaman hidroponik juga membutuhkan perawatan. Terkadang hama maupun gulma masih suka mengganggu, jadi kamu harus rajin-rajin memeriksa tanamanmu. Tapi, pada dasarnya perawatannya tidak rumit sehingga kamu bisa lebih tenang.

Itulah beberapa tips dan cara berkebun hidroponik yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Cara tersebut adalah cara yang sederhana tapi ajaib dan bisa menghasilkan kualitas tanaman yang terbaik. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!