10 Bahan Terbaik Untuk Media Tanam Hidroponik

Kegiatan bercocok tanam dengan sebuah konsep hidroponik saat ini sedang banyak disukai oleh kebanyakan orang. Konsep hidroponik sendiri merupakan sebuah cara khusus bercocok tanam dimana konsep ini tidak menggunakan media tanam berupa tanam, melainkan diganti dengan beberapa jenis media taman lainnya yang mengandung nutrisi untuk mendukung tanaman tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan sangat baik.

Bercocok tanam dengan menggunakan media tanam hidroponik merupakan kegiatan yang sangat seru dan menyenangkan. Pasti kamu penasaran bukan dengan keseruan bercocok tanam dengan media tanam hidroponik? Maka dari itu, kenali terlebih dahulu beberapa jenis media tanam hidroponik terbaik di bawah ini!

media tanam hidroponik

1. Spons

Spons merupakan salah satu media tanam hidroponik terbaik yang dapat dipilih. Hampir kebanyakan orang yang melakukan budidaya tanaman hias pasti akan menggunakan media tanam dengan spons. Yang menjadi kelebihan dari media spons ini ialah teksturnya sangat ringan, mudah diaplikasikan, dan mudah di tempatkan di mana saja. Di samping itu, spons pun sangat mudah dalam menyerap dan menyimpan air hingga 2 minggu. Ditambah lagi spons ialah media tanam yang sangat kebal dari jamur sehingga tidak beresiko merusak tanaman.
Manfaat menggunakan spons sebagai media tanam hidroponik ialah pertumbuhan tanaman hias dengan media spons dapat tumbuh subur dan bahkan lebih prima. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh beberapa pembudidaya tanaman hias sendiri.

2. Arang Sekam

Dari berbagai macam jenis media tanam hidroponik yang sering digunakan pada umumnya, arang sekam merupakan salah satu media tanam paling populer dan sering digunakan. Arang sekam merupakan sebuah bahan media tanam hidroponik yang memiliki sifat steril. Seperti halnya spons, arang sekam pun lebih sering digunakan karena memiliki bobot yang lebih ringan, gampang dibuat, dan mudah diaplikasikan. Keuntungan dari menggunakan arang sekam ini yaitu harganya murah dan sangat efisien untuk digunakan. Di samping itu, arang sekam pun mengandung beberapa komponen kimiawi bermanfaat seperti kadar air, protein kasar, abu, lemak, karbon, serta kasar, oksigen, hydrogen, karbohidrat, dan silica.

3. Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat)

Jenis media tanam hidroponik selanjutnya yang bisa kamu gunakan ialah serbuk sabut kelapa (cocopeat). Pada era tahun 80an, media tanam hidroponik serbuk sabut kelapa memang sudah dikenalkan kepada orang-orang oleh Dutch Plantin. Di luar negeri sendiri, media tanam dengan serbuk sabut kelapa ini sering disebut denfan coir pith, coir fibre pith, coir dust, dan coir, yang mana memiliki arti sabut.
Serbuk sabut kelapa atau cocopeat sering dipilih sebagai media tanam hidroponik karena memiliki kelebihan daya tamping air yang tinggi. Serbuk sabut kelapa ini diketahui mampu menyimpan air hingga 73% atau 6 hingga 9 kali lipat dari volumenya. Sangat cocok untuk kamu pilih sebagai media tanam hidroponik agar kegiatan bercocok tanam kamu dapat lebih menghemat air karena intensitas penyiraman dilakukan lebih jarang.

4. Rockwool

Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang sangat sering digunakan oleh kebanyakan pembudidaya tanaman hias. Rockwool ini sendiri merupakan sebuah media tanam yang memiliki kelebihan yang tidak banyak dimiliki oleh jenis media tanam lainnya. Dengan menggunakan rockwool ini, kamu tidak perlu khawatir tentang mengatur perbandingan air dan udara yang mampu disimpan oleh rockwool.
Rockwool sendiri merupakan sebuah media tanam hidroponik yang terbuat dari kombinasi baru seperti batu bara, batu kapur, batuan basalt yang dipanaskan dengan suhu kurang lebih 1.600 ºC hingga meleleh dan menyerupai seperti bentuk lava. Sifat rockwool ini sangat ramah lingkungan sehingga sangat cocok untuk kamu pilih sebagai media tanam. Di samping itu, rockwool pun mengandung tingkat pH yang tinggi jadi akan sangat membantu proses bercocok tanammu.

5. Perlit
Buat kamu yang baru belajar tentang bercocok tanam hidroponik, cobalah menggunakan perlit. Apa itu perlit? Perlit ialah salah satu jenis media tanam hidroponik berwujud mineral yang memiliki dan memiliki sifat anorganik dan bobotnya pun sangat ringan. Disamping itu, kapasitas tukar kationnya pun sangat bagus dan daya serap air tidak terlalu banyak.
Kelebihan yang dimiliki oleh perlit ini yaitu mampu menyimpan nutrisi atau unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang tinggi. Untuk lebih maksimal dalam menggunakan bahan ini maka disarankan untuk mengkombinasikannya dengan media taman yang memiliki sifat organik. Agar supaya unsur-unsur hara dari tanaman dapat terserap secara optimal.

6. Vermikulit

Vermikulit merupakan sebuah media tanam hidroponik yang berasal dari bahan anorganik. Sifatnya hampir mirip dengan sifat yang dimiliki oleh perlit. Kedua media tanam ini memiliki kemampuan dapat dihasilkan dengan melalui proses pemanasan batu. Namun, ada sedikit perbedaan antara vermikulit dan perlit yaitu dimana vermikulit memiliki kemampuan daya serap yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlit. Selain itu, media vermikulit pun memiliki bobot yang lebih berat, sehingga vermikulit mampu menopang tanaman lebih kuat dalam proses pertumbuhan.

7. Pasir

Selain itu, kamu pun bisa menggunakan pasir sebagai media tanam hidroponik yang simple dan mudah di dapatkan. Banyak orang dan beberapa pembudidaya tanaman hias yang menggunakan pasir sebagai media pengganti tanah. Alasannya ialah karena media ini memiliki bobot yang cukup besar sehingga dapat membantu menopang tegaknya tanaman.
Pasir ini memiliki pori-pori yang berukuran makro dalam jumlah banyak. Oleh sebab itu, media ini sering membuat tanaman mudah basah sekaligus kering. Namun, keuntungan dengan menggunakan media cocok tanam hidroponik pasir ini yaitu dapat menghasilkan sirkulasi udara yang sangat baik untuk tanaman. Ditambah lagi, pasir merupakan media yang sangat memadai dan sangat bermanfaat pada saat proses penyemaian benih, pertumbuhan bibit tanaman, dan perakaran setek batang tanaman.

8. Kerikil

Media tanam hidroponik yang bisa kamu pilih selanjutnya ialah kerikil. Kerikil merupakan salah satu jenis media tanam yang memiliki sifat sama dengan pasir. Sebagian besar orang memilih kerikil sebagai media tanam hidroponik bertujuan untuk memperoleh ruang bagi akar yang dapat tumbuh secara maksimal.
Kerikil memiliki banyak kelebihan, salah satu contohnya ialah sangat mudah dalam proses peredaran larutan unsur hara dan udara. Sedangkan untuk kekurangannya, kerikil ini sangat sulit dalam proses mengikat air sehingga diperlukan kegiatan penyimpanan air yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu secara rutin.

9. Kompos

Kompos menjadi salah satu media tanam hidroponik yang sering dipilih oleh kebanyakan orang untuk bercocok tanam. Selain termasuk salah satu media tanam terbaik, kompos ini pun sangat mudah untuk ditemukan. Kamu bisa dengan mudah mendapatkan di pasar atau tempat khusus penjualan kompos tertentu.
Kompos sendiri merupakan sebuah media tanam yang memiliki sifat organik. Sifat organik ini muncul akibat proses fermentasi yang berasal dari beberapa bahan seperti contohnya sekam, jerami, rumput, dan sebagainya. Selain itu, kompos pun dapat diproduksi dari beberapa bahan baku lainnya yang berasal dari limbah rumah tangga. Ada berbagai macam jenis kompos yang dapat digunakan sebagai media tanam hidroponik. Tips memilih kompos yang baik sebagai media tanam hidroponik, pilih yang sudah berwarna hitam kecoklatan dan tidak mengeluarkan bau menyengat!

10. Batang Pakis

Semua media tanam hidroponik di atas bisa kamu gunakan untuk mengganti media tanah. Sebelum kamu memulai bercocok tanam dengan beberapa jenis media tersebut maka akan lebih baik jika kamu mempelajari setiap jenis media tersebut agar nanti hasil tanamanmu dapat tumbuh subur.