Contoh Penulisan Surat Lamaran Kerja Yang Benar

Mencari pekerjaan di jaman sekarang ini memang terbilang sulit. Semakin banyak perusahaan yang berdiri, tapi semakin banyak juga sumber daya manusia yang membutuhkan pekerjaan. Hal ini akan membuat persaingan semakin ketat dan sengit. Sedangkan perusahaan juga selalu selektif dalam memilih karyawan yang akan direkrutnya.

Oleh karena itu, bila kamu sedang ada dalam tahap mencari pekerjaan, harus bisa menyiasatinya dengan baik. Tak cukup gelar saja, tapi soft skill juga harus kamu kuasai. Karena dunia kerja tak sekedar membutuhkan orang pintar saja. Harus memiliki personality yang baik dan mau untuk selalu berkembang.

Tahapan pertama yang menentukan kamu layak untuk menjadi seorang karyawan perusahaan adalah bagaimana kamu menata surat lamaran kerja dengan baik. Jangan anggap sepele, karena surat ini akan dinilai oleh pihak Personalia atau Kepegawaian, apakah kamu layak untuk lolos ke tahap seleksi selanjutnya.

Lamaran kerja

Aspek Penting Saat Menulis Surat Lamaran Kerja

1. Perhatikan Paragraf Pertama dan Terakhir Pembuatan Surat
Tentunya dalam menulis surat lamaran, kamu harus memperhatikan isi dari paragraf pertama dan terakhirnya. Paragraf pertama adalah pembukaan dan paragraf terakhir adalah kesimpulannya. Pastikan bahwa dalam menulis paragraf pembukaan dan penutupan tidak terlalu panjang dan berbelit-belit. Langsung saja pada pokok yang ingin dibahas.

Paragraf tersebut juga harus kamu tulis dengan jelas, apa tujuanmu dan tunjukkan pula rasa hormat. Kamu harus bisa menjual kelebihanmu tanpa menyombongkannya. Berikan juga paragraf penutup yang baik, di mana kamu memohon kebijaksanaan perusahaan dan mengucapkan rasa terima kasih.

2. Jangan Tulis Ulang yang Sudah Disebutkan di CV
Surat lamaran memang mencakup tujuanmu untuk melamar sebuah posisi pekerjaan. Di dalam surat ini pun kamu juga harus menyebutkan beberapa lampiran yang berguna sebagai dokumen pendukung, misalnya CV, pas foto, ijazah dan sebagainya. Kamu juga menuliskan data diri secara singkat di surat lamaran pekerjaan, tapi bukan berarti harus mengulang semua yang sudah tertera dalam CV.

Rangkum saja biodata singkatmu di surat lamaran pekerjaan. Cantumkan juga kontak yang bisa dihubungi untuk memudahkan pihak perusahaan untuk menghubungimu. Gunakan kalimat formal yang sopan, bukan kalimat santai. Sebab, tujuanmu adalah menulis surat lamaran pekerjaan, bukan surat untuk teman.

3. Sebutkan Kemampuan yang Paling Menonjol
Kamu memang disarankan untuk mempromosikan diri saat membuat surat lamaran pekerjaan. Tapi bukan berarti kamu menyebutkan semua kemampuan yang dimiliki. Perusahaan akan menilaimu terlalu berlebihan. Apalagi kamu pasti juga sudah menyebutkannya di CV.

Maka dari itu, sebutkan saja satu atau dua kelebihanmu yang kamu pikir relevan untuk posisi yang dilamar dan mendatangkan keuntungan untuk perusahaan. Pihak perusahaan pun akan langsung tertarik dengan rangkumanmu itu.

4. Tunjukkan Antusiasme
Tips selanjutnya dalam menulis surat lamaran pekerjaan adalah cobalah cerminkan rasa antusiasmu. Bukan dengan tulisan secara tersurat, tapi tunjukkan lewat kata-kata yang kamu gunakan dalam menulis surat tersebut. Kamu bisa menulis dengan menggunakan kata-kata yang aktif dan hindari kata-kata negatif.

5. Jangan Lupa Untuk Bicarakan Perusahaan
Perusahaan akan senang ketika kamu mengetahui beberapa hal tentangnya. Oleh karena itu, ada baiknya kalau kamu mencari tahu sedikit informasi mengenai perusahaan yang akan kamu lamar. Tapi, jangan sampai membicarakan perusahaan terlalu banyak dan basa-basi, karena pihak perusahaan tak akan bisa menilai maksud dan tujuanmu.

Tulis saja informasi seadanya mengenai perusahaan. Di sini kamu sedang berusaha melamar pekerjaan, jadi pada intinya tuliskan tujuanmu dalam melamar pekerjaan itu. Jangan terlalu fokus membicarakan perusahaan atau surat lamaranmu tak akan dibaca.

6. Teliti Lagi Layout dan Isi Surat
Setelah kamu selesai menulis surat lamaran, sebaiknya teliti lagi layout dan isinya. Apakah sudah standar dengan ketentuan dari perusahaan. Jagalah supaya surat juga tetap bersih, teliti lagi setiap kata beserta tanda bacanya. Jangan sampai ada typo atau kesalahan penulisan lainnya. Ketelitian dan kesesuaian dalam penulisan akan memberikan nilai tambah padamu.

7. Berikan Tanda Tangan
Jika kamu menulis surat lamaran kerja dengan diketik maupun tulisan tangan, jangan lupa bubuhkan tanda tangan. Terkadang masih banyak yang melupakan hal ini. Ini berfungsi agar pihak perusahaan dapat mempercayai bahwa surat tersebut memang asli kamu yang membuatnya.

Langkah Menulis Surat Lamaran Kerja Yang Benar

Setelah mengetahui beberapa tips dalam menulis surat lamaran pekerjaan, sekarang saatnya untuk mengetahui cara membuatnya dengan baik dan benar. Simak ya langkah-langkahnya di bawah ini :

1. Tempat dan Tanggal Penulisan Surat

Pertama-tama yang harus kamu tuliskan dalam surat lamaran pekerjaan adalah tempat dan tanggal penulisan suratnya. Biasanya ini dituliskan di halaman paling atas sebelah kanan. Tidak perlu menuliskan tempatnya secara detail, tulis saja kota di mana kamu menuliskan surat. Misalnya kamu tinggal di Semarang, lalu penulisan surat lamaran dilakukan pada tanggal 15 Oktober. Maka, penulisan yang benar menjadi :

Semarang, 15 Oktober 2018.

2. Kepada Siapa Surat Ditujukan dan Alamatnya

Bagian kedua yang harus kamu tuliskan adalah kepada siapa surat lamaran tersebut ditujukan, beserta alamat lengkapnya. Biasanya surat lamaran ditujukan kepada bagian HRD atau personalia. Tapi kadang-kadang ada juga yang langsung ditujukan pada direkturnya. Penulisan ini ditulis di bagian kiri atas halaman kertas. Misalnya kamu melamar di Dealer Suzuki Sumber Baru Mobil yang ada di Jalan A. Yani, Semarang. Maka penulisannya menjadi :

Kepada Yth.
HRD Suzuki Sumber Baru Mobil
Jalan A. Yani, No 105
Semarang

3. Tuliskan Salam Hormat

Karena surat lamaran pekerjaan ini termasuk surat yang resmi, kamu juga harus menunjukkan sikap hormatmu kepada perusahaan dengan memberikan salam hormat. Tuliskan saja “Dengan hormat.”

4. Paragraf Pembukaan

Sampailah pada paragraf pembukaan. Di sini kamu harus menuliskan dari mana kamu mendapatkan informasi mengenai posisi yang kamu lamar. Apakah itu dari koran, media sosial atau pengumuman tertulis lainnya. Kamu juga harus mencantumkan posisi khusus yang dipilih.

5. Menuliskan Rangkuman Biodata

Bagian selanjutnya adalah menuliskan rangkuman biodatamu. Seperti yang sudah disampaikan dalam tips-tips di atas, kamu tak perlu menyebut ulang sesuatu yang sudah tercantum di CV. Cukup sebutkan saja nama, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah, alamat email dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

6. Cantumkan Pengalaman Kerja

Kamu juga bisa mencantumkan pengalaman kerja jika kamu pernah bekerja sebelumnya. Cantumkan saja posisi dan perusahaan apa tempatmu bekerja dulu. Tapi jika kamu masih fresh graduate, maka tak perlu menuliskannya. Sertakan juga kemampuan diri yang bisa mendukung posisi yang kamu inginkan.

7. Paragraf Penutup

Dalam paragraf penutup ini berupa kesimpulan. Sampaikan bahwa kamu memiliki keinginan yang kuat supaya bisa diterima di perusahaan tersebut. Ucapkan juga rasa terima kasihmu.

8. Lampiran Dokumen yang Dibutuhkan

Selain surat lamaran pekerjaan, tentunya perusahaan juga membutuhkan dokumen lainnya yang menunjukkan kemampuan, data diri, maupun prestasi yang pernah kamu buat. Biasanya lampiran dalam surat lamaran pekerjaan yang paling umum berupa pas foto, fotokopi KTP, Daftar Riwayat Hidup atau CV, fotokopi ijazah terakhir, fotokopi transkrip nilai, fotokopi sertifikat (opsional), dan fotokopi surat pengalaman kerja (opsional).

9. Tanda Tangan

Langkah terakhir adalah menunjukkan rasa hormat kembali dengan menuliskan “Hormat Saya”, pada bagian paling bawah halaman, kemudian berikan tanda tangan dan nama lengkapmu.

Daftar Riwayat Hidup

Begitulah kiranya tips menulis surat lamaran kerja yang benar beserta cara-caranya. Perhatikanlah langkah-langkah di atas supaya lamaranmu langsung diterima dan kamu berhak melanjutkan seleksi berikutnya.