7 Tips Melamar Pekerjaan Agar Diterima Dan Bisa Langsung Kerja

Tips Melamar Pekerjaan – Semakin ke sini banyak orang yang merasakan begitu susahnya mendapatkan pekerjaan. Saking susahnya, bahkan tidak sedikit para sarjana yang menganggur selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenapa seseorang tersebut belum juga bekerja, dari mulai belum ketemu jenis pekerjaan yang cocok dengan lowongan, hingga lamaran pekerjaan yang buruk.

Buruk di sini ada beberapa kriteria. Bisa berkaitan dengan surat lamaran pekerjaan, cara berpakaian, cara menjawab wawancara dan lain sebagainya. Namun jika kamu menerapkan tips melamar pekerjaan berikut ini, mendapatkan pekerjaan impian bukan hal yang begitu sulit. Dengan tips ini, kamu punya peluang sangat besar untuk diterima dan bahkan bisa langsung kerja.

Wawancara Kerja

Riset mengenai perusahaan incaran

Riset sangat diperlukan dalam melamar pekerjaan. Tujuannya jelas agar pihak HRD terkesan dan menganggap kamu layak untuk masuk ke dalam karyawan mereka. Riset ini tidak rumit, kok. Kamu cukup mencari informasi mengenai perusahaan incaran, dari mulai bidang yang dijalankan hingga istilah-istilah yang biasa digunakan dalam perusahaan tersebut. Hal ini akan sangat membantu dalam wawancara kerja. Dengan menggunakan istilah yang sesuai dengan bidang kerja, kemungkinan besar pihak HRD akan menilai kamu sudah paham betul dengan bidang perusahaan tersebut dan menganggap kamu telah memiliki pengalaman dengan pekerjaan yang sedang kamu lamar.

Jika kamu memiliki pengalaman ataupun passion di bidang pekerjaan yang hendak kamu lamar, itu sangat bagus sekali dan bisa menjadi modal besar untuk lolos. Namun jika tidak, kamu tetap masih memiliki kesempatan besar, yaitu melalui riset. Kamu bisa riset melalui internet atau melalui kenalan yang telah lebih dulu bergelut di bidang pekerjaan incaran kamu tersebut.

Buatlah surat lamaran yang baik, benar dan menarik

Surat lamaran menjadi salah satu kunci diterima atau tidaknya seseorang dalam melamar pekerjaan. Bahkan tidak sedikit para pelamar yang telah KO lebih awal di tahap seleksi surat lamaran ini. Agar pihak HRD terkesan dan tertarik dengan surat lamaran kamu, buatlah surat lamaran pekerjaan dengan resume yang up to date dan menarik. Memang sudah sepantasnya surat lamaran dibuat sesempurna mungkin. Karena dari lembaran kertas tersebutlah akan menunjukkan siapa kamu dan bagaimana talenta yang kamu miliki. Pastikan pula bahwa kamu menuliskannya dengan cara singkat, informatif dan berkesan.

Pertimbangkan waktu saat mengirim lamaran

Meskipun kamu bisa melamar pekerjaan pada jam kantor yang notaben-nya dalam waktu antara jam 07.00 hingga jam 15.00 sore, tergantung jam kerja yang berlaku pada kantor yang hendak kamu pilih, namun Business Insider mengungkapkan bahwa waktu terbaik untuk melamar pekerjaan adalah antara jam 06.00 hingga jam 10.00 pagi.

Sedangkan menurut Talent Works, selain waktu tersebut, kamu juga bisa melamarnya pada jam 12.30 atau setelah jam makan siang. Hal ini berlaku untuk lamaran pekerjaan yang dikirim melalui email. Kenapa? Karena sebagian besar orang kantor akan menggunakan waktu tersebut untuk mengecek email.

Oke. Setelah waktu terbaik melamar pekerjaan telah kamu ketahui, kamu juga perlu memastikan bahwa kamu telah menuliskan subjek email dan melampirkan kelengkapan data-data yang dibutuhkan. Hal tersebut sangat penting, karena sebagian besar HRD hanya akan membaca email dalam waktu 1 menit saja. Jadi, pastikan email lamaran pekerjaan kamu layak untuk dibaca, lengkap dan menarik.

Kuasai cara menghadapi tes wawancara

Hampir semua jenis pekerjaan ataupun perusahaan mewajibkan calon karyawannya untuk melakukan tes wawancara. Bahkan, hasil dari tes ini akan sangat berpengaruh besar terhadap hasil akhir diterima atau tidaknya kamu di perusahaan yang bersangkutan. Kamu perlu berbusana dengan baik pada saat melakukan tes wawancara. Kamu bisa menyesuaikan busana dengan perusahaan yang kamu lamar. Pastikan busana tersebut tidak akan memberikan kesan negatif. Hindari makeup yang terlalu berlebihan ya.

Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan bahasa tubuh. Berperilakulah yang sopan, ramah, murah senyum, lembut namun penuh ketegasan dan optimism yang tinggi. Dalam hal ini, kamu wajib menghindari tindakan yang akan membuat kamu terlihat minder dan kurang berkompeten.

Jujur Dan Tidak Berlebihan

Wawancara menjadi salah satu tes yang biasanya diikutkan dalam seleksi calon karyawan baru. Pada tahap ini banyak yang gugur. Ada banyak sebab. Namun yang pasti, pada saat kamu sedang wawancara, terutama pada saat kamu ditanya tentang kemampuan dan pengalaman, berkatalah apa adanya. Jujur saja dan jangan melebih-lebihkan.

Sekalipun mungkin pihak HRD tidak tahu apakah kamu sedang berlebih-lebihan dalam mengungkapkan kemahiran dan kemampuan yang kamu miliki, tapi percayalah berkata tidak jujur justru akan membuat kamu susah di kemudian hari. Idealnya, jawablah seluruh pertanyaan sesuai dengan kepribadian dan kemampuan yang kamu miliki dalam suatu bidang. Intinya, jangan berbohong atau mengada-ada.

Pentingnya Negosiasi Gaji

Dalam wawancara, kamu pasti akan ditanya berapa gaji yang diminta. Gaji di sini adalah ‘harga’ untuk diri kamu sendiri. Jadi pastikan kamu cerdas dalam bernegosiasi soal gaji. Dalam hal ini, tentu kamu perlu mempelajarinya. Kamu juga bisa menyesuaikan kisaran gaji dengan kemampuan, pengalaman dan pendidikan terakhir. Tentu kamu perlu memperkirakan dan menghitungnya dari rumah. Misal jika gaji yang kamu inginkan Rp 4 juta, maka jawab pertanyaan tentang kisaran gaji yang diinginkan antara Rp 4 hingga Rp 5 juta.

Selain itu, sebelum kamu melontarkan jumlah gaji yang sesuai dengan ketiga hal tersebut, kamu perlu menyadari kapasitas untuk melakukan pekerjaan yang sedang kamu lamar. Singkatnya, jangan terlalu menunjukkan antusiasme pada gaji yang diharapkan, tapi tetap tunjukkan bahwa kamu memang layak dan berkompeten dalam melaksanakan tugas-tugas pekerjaan yang sedang dilamar.

Siapkan pertanyaan di akhir wawancara

Pada umumnya, pada akhir sesi wawancara pihak HRD yang melakukan tes wawancara akan memberikan kesempatan kepada pelamar untuk bertanya. Nah, gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Caranya adalah dengan mempersiapkan pertanyaan dari rumah. Pertanyaan tersebut haruslah bisa menunjukkan bahwa kamu siap untuk bekerja di perusahaan mereka. Misalnya, bertanya mengenai ekspektasi manajer terhadap kamu jika nantinya diterima dan diberi kesempatan untuk bekerja di perusahan tersebut.

Baca Juga : 10 Contoh Surat Lamaran Kerja Yang Baik Dan Benar

Itulah tips melamar pekerjaan agar diterima untuk fresh graduate. Sementara untuk kamu yang melamar pekerjaan karena pernah resign, kamu perlu memberikan alasan bijak dan masuk akal mengapa kamu pindah dari pekerjaan sebelumnya. Dalam hal ini pihak HRD akan menilai kamu dari alasan resign tersebut. Apakah kamu termasuk orang yang bersungguh-sungguh dalam bekerja atau tidak. Kan nggak mungkin perusahaan akan memperkerjakan karyawan yang tujuan masuk kerja hanya untuk main-main atau sekedar cari pengalaman. Jadi, berfikir cerdas dalam tes wawancara merupakan salah satu kunci paling menentukan kamu diterima kerja atau tidak.