Daftar 10 Jenis Ular Paling Mematikan Di Dunia, Hindari Jika Bertemu !

Ular adalah salah satu jenis hewan reptil yang membuat orang-orang merasa ngeri hanya dengan mendengar namanya saja. Bagaimana tidak? Sudah banyak pembuktian bahwa hewan buas ini adalah salah satu hewan yang berbahaya. Ular juga bukan tipe hewan yang ramah dan mudah didekati. Mereka cenderung menyerang atau melakukan pertahanan diri ketika kita mendekatinya. Tubuhnya sendiri memiliki bentuk yang panjang seperti selang, bersisik serta licin. Apalagi ular punya ciri khas khusus yakni lidah yang terjulur untuk mendeteksi benda-benda di sekitarnya.

Kebanyakan orang biasanya akan kabur atau sekalian membunuhnya jika kebetulan berjumpa dengan hewan ini. Walaupun sekarang sudah banyak orang yang mendirikan komunitas pecinta reptil, termasuk ada berbagai jenis ular di dalamnya, tapi tetap saja hewan ini harus diwaspadai. Karena nalurinya memang sebagai hewan buas, jadi jika ia merasa tidak nyaman, bisa menyerang sang pemiliknya sewaktu-waktu.

Ada beberapa jenis ular paling mematikan di dunia. Ular-ular ini bisa membunuh manusia dengan racun atau bisanya yang sangat mematikan. Simak saja ulasan di bawah ini agar kamu bisa waspada jika sewaktu-waktu bertemu dengan jenis ular tersebut.

10 Jenis Ular Yang Dinilai Paling Berbisa Dan Mematikan

Ular terbagi menjadi 2 spesies, yakni yang berbisa dan tidak berbisa. Ular berbisa menggunakan racun untuk membunuh mangsanya dan bahkan racun tersebut mampu membunuh manusia. Sedangkan ular yang tidak berbisa menggunakan lilitan kuat untuk membuat mangsanya mati. Nah, yang akan dibahas sekarang adalah 10 jenis ular berbisa yang paling mematikan di dunia. Apa saja jenisnya?

1. Ular Taipan Pedalaman

Ular-Taipan
Ular Taipan Pedalaman

Jenis yang pertama adalah Taipan Pedalaman (Oxyuranus microlepidotus) merupakan ular yang hidup di daratan Benua Australia. Ular ini juga sering disebut sebagai Taipan barat, ular sisik kecil, atau ular garang di negara asalnya. Bahkan suku endemik Australia yakni Aborigin, menyebut ular ini dengan Dandarabilla.

Ciri-ciri ular ini adalah panjangnya bisa sampai 2,5 meter, tapi yang sering ditemui rata-rata panjangnya hanya 1,8 meter saja. Warnanya oranye gelap atau coklat tua, biasanya tergantung pada musim. Ular ini warnanya cenderung berubah setiap pergantian musim.

Taipan pedalaman dinyatakan sebagai ular yang paling berbisa di dunia. Bahkan tingkat racun dalam bisanya adalah yang terbesar dari semua jenis ular. Dilihat dari sifat gigitannya, hewan ini memiliki potensi membunuh manusia cuma dalam waktu 30-45 menit saja jika tidak segera ditangani. Dalam sekali gigitannya itu, ular Taipan mampu mengeluarkan bisa yang dosisnya 50 kali dari King Cobra.

2. Eastern Brown Snake (Ular Coklat Timur)

Eastern brown snake
Eastern brown snake

Ular yang memiliki nama latin Pseudonaja textilis ini adalah jenis kedua ular berbisa yang paling mematikan di dunia. Habitatnya ada di Australia, Papua Nugini, dan Indonesia. Ular ini memiliki panjang tubuh sekitar 1,1 sampai 2,1 meter dan lebih aktif di siang hari.

Setiap gigitan dari Ular Coklat Timur mampu mengeluarkan racun sebanyak 2-10 mg yang bisa membunuh sampai dengan 200 manusia. Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan setelah racun tersebar ke dalam tubuh adalah kepala pusing, diare, gagal jantung, serta kematian jika tidak ditangani dengan segera.

3. Ular Mulga

Ular Mulga
Ular Mulga

Ular ini sering pula disebut dengan King Brown Snake (Ular Coklat Raja) atau Pilbara Cobra (Ular sendok Pilbara) yang lagi-lagi berhabitat di Australia. Ular ini termasuk ular berbisa terpanjang di dunia karena panjang tubuhnya mencapai 3 meter. Warna ular ini tergantung dengan habitatnya. Jika ia tinggal di semak-semak, maka warnanya cenderung coklat gelap. Sedangkan yang tinggal di gurun atau sabana, warnanya lebih cenderung coklat cerah.

Dalam sekali gigitan ular Mulga mampu menyuntikkan racunnya sebanyak 150 mg yang artinya, dengan dosis tersebut ia dapat membunuh hingga 100 orang. Racunnya sendiri bersifat myotoxin dengan gejala utama kelumpuhan. Oleh karena itu butuh penanganan secara cepat agar tidak berujung pada kematian.

4. Ular Saw Scaled Viper (Beludak Sisik Gergaji)

sawscaledviper

Ular beludak sisik gergaji ini tersebar di wilayah Asia Selatan hingga ke Sahara. Dinamakan ular beludak sisik gergaji karena mereka mempunyai sisik yang sangat kasar sehingga menimbulkan bunyi nyaring ketika tubuhnya bergesekan dengan benda lain.

Ular dengan nama ilmiah Echis carinatus ini memiliki panjang 38 – 80 cm dan merupakan hewan nokturnal atau aktif di malam hari. Dalam sekali gigitan, ular ini dapat menyuntikkan racunnya sampai dengan 18 mg. Yang mana dalam 5 mg racun mampu membunuh satu orang manusia dewasa dalam waktu 24 jam.

5. Many Banded Krait (Ular Weling)

Ular Weling
Ular Weling

Ular dengan nama latin Bungarus multicinctus ini memiliki habitat menyebar di China, Taiwan, dan negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri ular ini sering disebut dengan ular weling, ular belang atau ular warakas. Panjang tubuhnya 1 sampai 1,8 meter dan memiliki ciri khas khusus berwarna belang, yakni hitam dan putih. Ular ini sering disamakan dengan jenis welang yang punya ciri khas hampir sama, hanya saja belangnya berwarna hitam dan kuning.

Ular weling mampu menyuntikkan racunnya sebanyak 4 sampai 19 mg dalam sekali gigitan. Gejala utama setelah tergigit adalah rasa gatal dan mati rasa di daerah gigitan tersebut. Bila tidak ada penanganan khusus, dalam waktu 1-6 jam korbannya bisa merasakan sesak napas, penglihatan menjadi kabur, rasa sakit di sekujur tubuh, lalu yang paling parah adalah kematian.

Baca Juga : Hutan Paling Lebat Di Dunia

6. Tiger Snake

Tiger Snake

Jenis ular selanjutnya yang memiliki bisa mematikan di dunia adalah Tiger Snake, dengan nama ilmiahnya Notechis scutatus. Habitat ular ini tersebar di beberapa wilayah di Australia bagian barat dan selatan, hingga Tasmania. Ular ini memiliki panjang tubuh 0,9 – 2,9 meter dan lebih aktif di malam hari.

Gigitan ular Tiger Snake bisa mengakibatkan rasa kesemutan, mati rasa hingga berkeringat, sesak napas sampai kelumpuhan. Beberapa laporan pun pernah mengatakan bahwa tingkat kematian akibat racun dari ular ini mencapai 60%.

7. Ular Black Mamba

Black Mamba Snake

Ular Black Mamba sangat terkenal dengan ciri khas warna tubuh dan mulut berwarna hitam. Ular dengan nama latin Dendroaspis polylepis ini memiliki habitat utama di Benua Afrika. Panjang tubuhnya mencapai 2 – 3 meter. Reptil ini juga memiliki kecepatan melata sampai dengan 16 km/jam.

Racun yang disuntikkannya dalam sekali gigitan sebanyak 100 – 120 mg yang akan menyebabkan kelumpuhan tubuh dalam waktu 45 menit saja. Bahkan jika dibiarkan, racun tersebut dapat menyebabkan kematian dalam waktu 7 – 15 jam.

8. Ular King Cobra

King Cobra

Ini dia ular yang paling terkenal memiliki bisa mematikan dan sangat kondang di Indonesia, yakni King Cobra. Ular agresif ini memiliki nama latin Ophiophagus hannah dan penyebaran habitatnya ada di wilayah Asia Timur dan Tenggara. Ciri khas dari ular ini adalah warna tubuhnya yang abu-abu gelap kehitaman dan dia akan menaikkan kepalanya serta mengembangkan kulit leher menyerupai sendok ketika terancam.

Seekor King Cobra mampu menyuntikkan bisa sebanyak 200 – 500  mg dalam sekali gigitannya. Racun tersebut dapat membunuh satu ekor gajah dalam waktu 1 jam saja. Korban yang terkena patukannya akan mengalami gejala yang sakit luar biasa seluruh tubuh, penglihatan kabur, bahkan kelumpuhan.

Baca Juga : Burung Terindah Di Dunia

9. Death Adder

Di urutan kesembilan ini ada ular bernama Death Adder. Ular ini juga mempunyai habitat utama di kawasan Selatan dan timur Australia. Panjangnya hanya 70 cm – 1 meter saja. Ular ini mampu menyerang dengan cepat dan gigitannya itu akan mengakibatkan kelumpuhan. Racun yang sudah masuk ke dalam tubuh itu bisa menyebabkan kematian dalam waktu 6 jam saja jika tidak ditangani dengan cepat.

10. Ular Derik

Jenis ular terakhir pada urutan ke sepuluh adalah Ular Derik (Rattlesnake). Hewan ini merupakan kelompok suku Crotalinae yang memiliki nama ilmiah Crotalus scutulatus. Panjang tubuhnya sekitar 100 – 138 cm dan habitat utamanya ada di daerah gurun. Karakteristik khusus dari hewan ini adalah ekornya yang bergetar hingga menimbulkan sebuah bunyi yang cukup keras.

Gejala utama yang dialami korbannya setelah tergigit ular ini adalah kesulitan dalam berbicara dan menelan, penglihatan kabur, sesak napas, dan kelumpuhan pada otot. Sedangkan tingkat kematian yang disebabkan oleh racun dari ular ini antara 5 – 20 %.

Itulah 10 jenis ular berbisa mematikan di dunia yang perlu kamu waspadai. Ada baiknya kamu berhati-hati ketika pergi ke suatu tempat seperti hutan atau tempat yang terdapat semak-semak, karena biasanya adalah habitat ular. Selalu waspada dengan lingkungan di sekitar kamu ya.